Senin, 21 Maret 2011

Seulas Senyum Tetaplah Seulas Senyum

Bintang menarik sehelai kerudung indah di seberang kota rembulan
Rembulan menumpahkan sinar lembut di atas keheningan kebun yang indah
Dari kebun yang indah terdengar bisikan nyanyian arus air di lembah
Derap langkah kakiku menapaki hamparan sekuntum bunga kebahagiaan

Kutiup seruling kebahagiaan dan keindahan ada dalam sinar
Sinar yang ditabur di ladang jiwa untuk mengisi kesunyiaan
Kesunyiaan menyapa kesendirianku,yang terlukis dalam senyuman bunga
Senyuman  bunga adalah gambaran jiwa kehidupan dari kedalaman diri

Kedalaman diri laksana selimut hangat, ketika tangan terulur dari kedalaman diri
Mengulurkan tangan keramahan, oleh kesadaran dengan cahaya keemasan
Cahaya keemasan dipenuhi angin melodi, dan  pesona sentuhan lembut angin sepoi
Tersenyumlah berubah menjadi gelak tawa, seulas senyum tetaplah seulas senyum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar